Rabu, 26 Juli 2017

BAYI MALANG ITU DI KUBUR TANPA KAIN KAFAN

BAYI MALANG ITU DI KUBUR TANPA KAIN KAFAN

seorang ibu dengan bayinya yang mungil yang hidup serba
kekurangan tanpa adanya sebuah rumah untuknya bernaung. Di atas trotoar adalah tempat tinggal mereka.
Tanpa adanya uang, ibu dan bayi kecilnya itu bertahan hidup dengan sisa makanan bekas orang yang sudah di buang.
Demi mendapatkan makanan, sang ibu terpaksa meninggalkan
bayinya di atas trotoar beberapa saat dan kembali lagi jika sang
ibu sudah menemukan makanan untuk mereka makan.
Kalau tidak begitu, mereka berdua akan mati kelaparan.

Begitulah beratnya perjuangan ibu yang jadi gelandangan di
pinggir jalan yang jauh dari belas kasihan orang yang berduit.
Meski pun begitu, sang ibu tetap berjuang demi hidupnya dan
juga masa depan bayi kecilnya itu.

Suatu hari saat sang ibu hendak pergi mencari makanan, seperti biasa sang ibu meletakkan bayinya yang sudah tidur di
sudut trotoar yang agak teduh dan barulah sang ibu itu pergi untuk mencari makanan.
Berharap ada sisa makanan yang terbuang, sang ibu pun berangkat. Tapi tanpa disadari, bayi yang diletakkannya di sudut trotoar itu tiba-tiba bangun dan merangkak turun dari trotoar.
Alhasil..
BRAAAK...!!!

Sebuah kecelakaan pun terjadi. Bayi malang itu pun langsung
meregang nyawa setelah disambar oleh motor yang melaju kencang dengan kondisi mengenaskan.
Sang ibu pun langsung menjerit melihat bayinya yang sudah tak bernyawa tergeletak di pinggir jalan. Sedangkan pengendara motor itu tidak mengabaikan bayi yang di tabraknya dan terus melaju seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Dengan bercucuran air mata, sang ibu langsung menghampiri jasat bayinya dan menggoncang-goncangkan tubuh bayinya
supaya bayinya bangun. Sang ibu masih tidak percaya
melihat bayi yang sangat disayanginya itu sudah tiada.
Tak ada satu pun orang yang memberikan pertolongan.
Padahal di lokasi kejadian, orang yang lalu lalang cukup ramai. Tapi mereka justru cuek-cuek bebek melihat kejadian itu.
Astaga..
Di manakah perasaan mereka yang
berada di lokasi kejadian...?
Sang ibu pun pergi meninggalkan jasat bayinya sebentar. Dan
beberapa saat kemudian sang ibu datang lagi dengan membawa sisa roti tawar. Sambil menyodorkan sisa roti tawar yang di bawanya ke mulut bayinya. Sang ibu berharap supaya bayinya belum mati dan bangun untuk memakan roti tawar tersebut. Tapi bayinya tak kunjung bangun dan air mata sang ibu itu keluar semakin deras.
Alangkah sedihnya hati sang ibu itu. Apalagi melihat orang yang lalu lalang tidak menghiraukan derita sang ibu. Walau pun begitu, sang ibu tetap sabar dan terus berusaha membangunkan bayi yang amat di sayanginya.
Sang ibu pun tertunduk menahan kesedihannya dan menitikkan air mata yang semakin deras keluar mengalir dari kelopak matanya.
Kini sang ibu hanya bisa pasrah menangisi mayat bayinya yang
masih tergeletak di pinggir jalan.
Untung saja ada Narto pemuda baik hati yang kebetulan lewat
saat itu. Dengan wajah iba, Narto langsung membuka baju serta celananya dan membungkus jasat bayi itu dengan baju dan celananya, layaknya saat proses pengafanan mayat, dan langsung menggotong jasat bayi itu ke suatu tempat untuk segera di kuburkan.
Setelah selesai menguburkan bayi malang itu, Narto menghampiri ibu dari bayi malang itu sambil berkata.
''puss...ckckck ...'' sambil manggil ibu dari bayi malang itu.
Sang ibu langsung menyaut.
''meong..!''
Lalu sang ibu kucing itu pun pergi mengikuti majikan barunya pulang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Siklus POLYBIOS dan Perbedaan Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup #Nurul

Siklus POLYBIOS tentang bentuk Pemerintahan Ø   Monarkhi adalah sebuah pemerintahan kerajaan. Ø   Tirani adalah suatu bentuk pemerin...