Assalamualaikum...
Sahabat.,.,.selamat beraktivitas
Masjid Al-Aqsa Sebenarnya
.
Wahai
saudaraku seiman, ketahuilah bahwa masjid yang memiliki kubah yang
berwarna biru keabu-abuan itu lah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya. Bukan
masjid yang memiliki kubah berwarna emas yang selama ini kita sangka
karena masjid yang memiliki kubah warna emas itu adalah masjid Qubbat
As-Sakhrah atau yang biasa disebut dengan masjid "Dome of the Rock".
.
Sesungguhnya
hal ini adalah tipu daya dari propaganda zionis Yahudi untuk
mengalihkan pemahaman umat Islam tentang posisi masjid Al-Aqsa
sebenarnya. Kenapa demikian? karena apabila umat Islam sudah keliru akan
bangunan Masjidil Aqsa yang sebenarnya dan menganggap masjid Kubah
Sakhrah (Dome of the Rock) adalah masjid Al-Aqsa, maka mereka kaum
Yahudi akan mudah untuk melaksanakan ambisi mereka dari dahulu, yakni
menghancurkan masjid Al-Aqsa dan menggantikannya dengan kuil mereka
sebagai tempat ibadah yang sama posisinya dengan "tembok ratapan".
.
Bila
penghancuran masjid Al-Aqsa itu nanti terjadi dan ada pihak-pihak yang
protes, maka mereka akan meliput dan mempublikasikan masjid Sakhrah
untuk diperlihatkan kepada dunia, "ini lho masjid Al-Aqsa masih utuh...
kami tidak menganggunya sama sekali....."
Sungguh suatu makar licik
yang sangat terencana sekali. Dan hal ini dibenarkan oleh salah seorang
peneliti muslim yang tinggal di Amerika bernama Dr. Marwan Saeed Saleh
Abu Al-Rub, yang juga berstatus profesor pada Mathematics Zayed
University di Dubai.
.
Saudaraku seiman, marilah kita hadapi
propaganda Yahudi bahwa bangunan masjid Al-Aqsa yang selama ini kita
kenal bukanlah masjid Aqsa, tapi masjid Sakhrah. Jangan sampai masjid
suci ketiga kita ini hilang dari ingatan kita untuk seterusnya hilang
dari pandangan mata. Karena Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam telah
banyak menyebut keutamaan masjid Al-Aqsa ini. Salah satunya dari Abu
Dzar radhiyallahu‘anhu dimana beliau berkata:
.
قُلْتُ يَا رَسُولَ
اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ
قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ
بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ ثُمَّ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ
بَعْدُ فَصَلِّهِ فَإِنَّ الْفَضْلَ فِيْهِ وَفِيْ رِوَايَةٍ أَيْنَمَا
أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ فَهُوَ مَسْجِدٌ
.
“Aku bertanya,
“Wahai, Rasulullah. Masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Beliau
menjawab, ‘Masjidil Haram”. Aku bertanya lagi : Kemudian (masjid) mana?”
Beliau menjawab, “Kemudian Masjidil Aqsha”. Aku bertanya lagi : “Berapa
jarak antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Kemudian
dimanapun shalat menjumpaimu setelah itu, maka shalatlah, karena
keutamaan ada padanya”. Dan dalam riwayat lainnya : “Dimanapun shalat
menjumpaimu, maka shalatlah, karena ia adalah masjid” [HR Al-Bukhari dan
Muslim, dari Abu Dzar]
.
Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.
.
أَنَّ
سُلَيْمَانَ بْنَ دَاوُدَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا بَنَى
بَيْتَ الْمَقْدِسِ سَأَلَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خِلَالًا ثَلَاثَةً
سَأَلَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حُكْمًا يُصَادِفُ حُكْمَهُ فَأُوتِيَهُ
وَسَأَلَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ
بَعْدِهِ فَأُوتِيَهُ وَسَأَلَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حِينَ فَرَغَ مِنْ
بِنَاءِ الْمَسْجِدِ أَنْ لَا يَأْتِيَهُ أَحَدٌ لَا يَنْهَزُهُ إِلَّا
الصَّلَاةُ فِيهِ أَنْ يُخْرِجَهُ مِنْ خَطِيئَتِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ
أُمُّهُ (فِيْ رِوَايَةٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَمَّا اثْنَتَانِ فَقَدْ أُعْطِيَهُمَا وَأَرْجُو أَنْ يَكُونَ
قَدْ أُعْطِيَ الثَّالِثَةَ)
.
“Sesungguhnya ketika Nabi Sulaiman
bin Dawud membangun Baitul Maqdis, (ia) meminta kepada Allah Subhanahu
waTa’ala tiga perkara. (Yaitu), meminta kepada Allah Subhanahu waTa’ala
agar (diberi taufiq) dalam memutuskan hukum yang menepati hukum-Nya,
lalu dikabulkan; dan meminta kepada Allah Subhanahu waTa’ala dianugerahi
kerajaan yang tidak pantas diberikan kepada seorang pun setelahnya,
lalu dikabulkan; serta memohon kepada Allah Subhanahu waTa’ala bila
selesai membangun masjid, agar tidak ada seorangpun yang berkeinginan
shalat disitu, kecuali agar dikeluarkan dari kesalahannya seperti hari
kelahirannya” (Dalam riwayat lain berbunyi : Lalu Nabi Shallallahu
‘alaihi wasallam berkata : “Adapun yang dua, maka telah dikabulkan. Dan
saya berharap, yang ketiga pun dikabulkan)”
[Hadits riwayat
An-Nasa’i, dan ini lafadz beliau, Ahmad dalam musnad-nya dengan lebih
panjang lagi. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Haakim dalam kitab Mustadrak
dan Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman, serta selain mereka]
.
Allahua'lam bissawab
Saya dapat mengetik dengan sistem sepuluh jari dan memanfaatkannya untuk menulis blog ini. Untuk lebih lanjutnya silahkan lihat profil saya.
Rabu, 26 Juli 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Siklus POLYBIOS dan Perbedaan Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup #Nurul
Siklus POLYBIOS tentang bentuk Pemerintahan Ø Monarkhi adalah sebuah pemerintahan kerajaan. Ø Tirani adalah suatu bentuk pemerin...
-
Siklus POLYBIOS tentang bentuk Pemerintahan Ø Monarkhi adalah sebuah pemerintahan kerajaan. Ø Tirani adalah suatu bentuk pemerin...
-
PERJALANAN RUH KETIKA MENINGGALKAN JASAD Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kema...
-
Fenomena astronomi menarik akan terjadi pada Senin (7/8/2017) malam hingga Selasa (8/8/2017) dini hari sebagaimana diberitakan media. ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar