7
Unsur Intrinsik Novel dan Penjelasannya Lengkap
1.
Tema
Tema yaitu masalah atau gagasan utma yang menjiawi seluruh cerita novel.
Tema yaitu masalah atau gagasan utma yang menjiawi seluruh cerita novel.
2.
Alur/plot
Alur yaitu rangkaian peristiwa-peristiwa yang membentuk sebuah cerita. Alur terdiri dari beberapa tahap, yaitu sebagi berikut.
a. Pengenalan atau eksposisi, biasanya pada tahap ini penulis akan memperkenalkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita novel, karakter-karakter tokoh dan lingkungan tokoh.
b. Pertentangan atau konflik, pada tahap ini biasanya tokoh utam mengalami konflik dengan tokoh lain, diri sendiri, maupun dengan lingkungan tempat ia tinggal.
c. Pertumbuhan atau penanjakan, pada tahap ini biasanya konflik yang dialami tokoh semakin melebar dan terjadi beberapa pertentangan antar tokoh.
d. Klimak atau puncak ketegangan, pada tahap ini terjadi ketegangan yang memuncak atau masalah yang memuncak sehingga memunculkan kejutan-kejutan yang tidak disangka-sangka oleh pembaca.
e. Antiklimaks, pada tahap ini ketegangan sudah cukup mereda
f. Ending, pada tahapan ini terjadi penyelesaian konflik yang biasanya ditunggu-tunggu oleh pembaca, ada dua penyelesaian dalam cerita novel, yaitu happy ending (berakhir bahagia), dan sad ending (berakhir sedih).
Ada tiga jenis alur dalam cerita novel yaitu,
a. Alur maju atau progresif merupakan alur yang menceritakan peristiwa-peristiwa secara kronologis atau berurutan. Dalam alur ini cerita diawali dengan tahap pengantar dan di akhiri tahap penyelesaian.
b. Alur mundur atau regresif merupakan alur yang menceritakan peristiewa-peristiwa secara terbalik. Dalam alur ini cerita tidak dimulai dari tahap pengantar
c. Alur campuran merupakan perpaduan dari alur maju dan dan alur mundur.
Alur yaitu rangkaian peristiwa-peristiwa yang membentuk sebuah cerita. Alur terdiri dari beberapa tahap, yaitu sebagi berikut.
a. Pengenalan atau eksposisi, biasanya pada tahap ini penulis akan memperkenalkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita novel, karakter-karakter tokoh dan lingkungan tokoh.
b. Pertentangan atau konflik, pada tahap ini biasanya tokoh utam mengalami konflik dengan tokoh lain, diri sendiri, maupun dengan lingkungan tempat ia tinggal.
c. Pertumbuhan atau penanjakan, pada tahap ini biasanya konflik yang dialami tokoh semakin melebar dan terjadi beberapa pertentangan antar tokoh.
d. Klimak atau puncak ketegangan, pada tahap ini terjadi ketegangan yang memuncak atau masalah yang memuncak sehingga memunculkan kejutan-kejutan yang tidak disangka-sangka oleh pembaca.
e. Antiklimaks, pada tahap ini ketegangan sudah cukup mereda
f. Ending, pada tahapan ini terjadi penyelesaian konflik yang biasanya ditunggu-tunggu oleh pembaca, ada dua penyelesaian dalam cerita novel, yaitu happy ending (berakhir bahagia), dan sad ending (berakhir sedih).
Ada tiga jenis alur dalam cerita novel yaitu,
a. Alur maju atau progresif merupakan alur yang menceritakan peristiwa-peristiwa secara kronologis atau berurutan. Dalam alur ini cerita diawali dengan tahap pengantar dan di akhiri tahap penyelesaian.
b. Alur mundur atau regresif merupakan alur yang menceritakan peristiewa-peristiwa secara terbalik. Dalam alur ini cerita tidak dimulai dari tahap pengantar
c. Alur campuran merupakan perpaduan dari alur maju dan dan alur mundur.
3.
Penokohan
Penokohan atau perwatakan yaitu penggambaran mengenai tokoh cerita. Ada dua cara menggambarkan watak tokoh dalam cerita novel. Yaitu sebagai berikut.
a. Analitik/langsung, yaitu pengarang langsung menggambarkan keadaan atau pelukisan bentuk fisik seorang tokoh, seperti bagaiman bentuk wajah, hidung, mata, rambut, dan sebagainya
b. Dramatik/tidak langsung, yaitu pengarang mengungkapkan watak tokoh dengan hal-hal yang berhubungan dengan tokoh. Misalnya pelukisan jalan pkikran tokoh, cara berdandan, cara berpakaian, cara bicara, cara bergaul dan sebagainya. Tokoh dalam cerita ada tiga macam yaitu protagonis(tokoh yang baik), antagonis (tokoh yang jahat), dan tirtagonis (tokoh penengah).
Penokohan atau perwatakan yaitu penggambaran mengenai tokoh cerita. Ada dua cara menggambarkan watak tokoh dalam cerita novel. Yaitu sebagai berikut.
a. Analitik/langsung, yaitu pengarang langsung menggambarkan keadaan atau pelukisan bentuk fisik seorang tokoh, seperti bagaiman bentuk wajah, hidung, mata, rambut, dan sebagainya
b. Dramatik/tidak langsung, yaitu pengarang mengungkapkan watak tokoh dengan hal-hal yang berhubungan dengan tokoh. Misalnya pelukisan jalan pkikran tokoh, cara berdandan, cara berpakaian, cara bicara, cara bergaul dan sebagainya. Tokoh dalam cerita ada tiga macam yaitu protagonis(tokoh yang baik), antagonis (tokoh yang jahat), dan tirtagonis (tokoh penengah).
4.
Latar
Latar atau setting, yaitu tempat dan waktu yang melatar belakangi terjadinya peristiwa dalam suatu cerita. Setting biasanya mencakup hal-hal berikut.
a. Setting tempat berhubungan dengan ruang waktu, misalnya di Jawa, di kota Semarang tahun berapa, hari apa.
b. Setting waktu berarti kejadian itu terjadi pada waktu tertentu misalnya, pagi, siang sore, malam , fajar.
Latar atau setting, yaitu tempat dan waktu yang melatar belakangi terjadinya peristiwa dalam suatu cerita. Setting biasanya mencakup hal-hal berikut.
a. Setting tempat berhubungan dengan ruang waktu, misalnya di Jawa, di kota Semarang tahun berapa, hari apa.
b. Setting waktu berarti kejadian itu terjadi pada waktu tertentu misalnya, pagi, siang sore, malam , fajar.
5.
Suasana
Suasana, yaitu suasana hati yang ditimbulkan oeh suatu karya sastra seperti novel. Misalnya suasana sedih, senang, benci, cinta, dan lainsebagainya. Dalam menciptakan suasana yang benar-benar dapat menyentuh hati para pembaca seorang penulis harus totalisan dalam penulisan sebuahnovel. Biasanya banyak penulis novel yang menceritakan kisahnya berdasarkan pengalaman pribadi.
Suasana, yaitu suasana hati yang ditimbulkan oeh suatu karya sastra seperti novel. Misalnya suasana sedih, senang, benci, cinta, dan lainsebagainya. Dalam menciptakan suasana yang benar-benar dapat menyentuh hati para pembaca seorang penulis harus totalisan dalam penulisan sebuahnovel. Biasanya banyak penulis novel yang menceritakan kisahnya berdasarkan pengalaman pribadi.
6.
Sudut Pandang
Sudut Pandang atau point of view, yaitu cara pandang pengarang dalam menceritakan kisahnya. Cara pengarang membawakan ceritanya ada dua yaitu, cara bercerita orang pertama(memakai kata aku atau saya) dan cara bercerita orang ketiga (memakai kata dia, ia, dan nama orang).
Sudut Pandang atau point of view, yaitu cara pandang pengarang dalam menceritakan kisahnya. Cara pengarang membawakan ceritanya ada dua yaitu, cara bercerita orang pertama(memakai kata aku atau saya) dan cara bercerita orang ketiga (memakai kata dia, ia, dan nama orang).
7.
Amanat
Amanat yaitu pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Dalam menuliskan maksud pesan biasanya pengarang mengungkapkan secara tersirat maupu tersurat. Amanat merupakan unsur yang sangat penting dari sebuah karya sastra.
Amanat yaitu pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Dalam menuliskan maksud pesan biasanya pengarang mengungkapkan secara tersirat maupu tersurat. Amanat merupakan unsur yang sangat penting dari sebuah karya sastra.
Unsur
Ekstrinsik Novel
Unsur
ekstrinsik novel adalah unsur yang membangun novel dari novel. Unsur ekstrinsik
novel tidak terdapat didaam novel, namun sangat mempengaruhi hasil sebuah karya
sastra. Berikut ini adalah unsur ekstrinsik novel beserta penjelasannya.
1.
Unsur Biografi
Unsur
boigrafi ini adalah latar belakang pengarang. Latar belakang cukup berpengaruh
dalam pembuatan puisi, misalkan penulis puisi yang latar belakangnya berasal
dari keluarga miskin, maka jika ia membuat puisi akan sangat menyentuh hati
para pembacanya, yang terbawa dari latar belakang penulis sehingga mampu
dikesankan dalam sebuah puisi.
2.
Unsur Sosial
Unsur
sosial sangat erat kaitanya dengan kondisi masyarakat ketika puisi itu dibuat.
Misalkan puisi itu dibuat ketika masa orde baru menjelang berakhir. Pada saat
itu kondisi masyarakat itu sedang sangat kacau dan keadaan pemerintahan pun
sangat carut marut, sehingga puisi yang dibuat pada saat itu adalah puisi yang
mengandung sindiran-sindiran terhadap masyarakat.
3.
Unsur Nilai
Unsur
nilai dalam puisi ini meliputi unsur yang berkaitan dengan pendidikan, seni,
ekonomi, politik, sosial,budaya, adat-istiadat, hukum, dan lain-lain.
Nilai yang terkandung dalam puisi menjadi daya tarik tersendiri sehingga sangat
mempengaruhi baik atau tidaknya puisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar